Berpikir Jangka Panjang

Banyak cara dan metode yang digunakan orang-orang untuk sukses. Namun bagaimanakah caranya menyikapi resiko secara cerdas? Tak banyak yang tahu, salah satu kunci yang harus dipegang teguh adalah dengan cara berpikir panjang. Berpikir panjang bukan berarti berpikir rumit atau bertele-tele. Melainkan berpikir panjang adalah berpikir atau memandang jauh ke depan.

Misalnya ketika membicarakan rencana bisnis. Kita seharusnya tidak hanya berpikir satu atau lima tahun mendatang. Tetapi kita juga harus berpikir lebih jauh dari itu. Bahkan jika perlu, kita harus memikirkannya untuk sepanjang hidup. Ketika berniat melakukan sesuatu pun demikian. Kita hendaknya bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu, Jika kita melakukan hal ini, apa perbedaan hasil yang dapat kita capai dalam beberapa puluh tahun mendatang?

Ketika berpikir panjang, secara otomatis kita juga akan berpikir strategis. Kita harus sudah membangun list buiding jangka panjang dan terus berjalan dengan berbekal strategi dan trik-trik yang sudah digodok terlebih dahulu. Lalu tanyakan apakah trik atau strategi tersebut sudah bisa menunjang jalan menuju ke depannya atau belum. Jika taktik atau strategi tersebut memang belum bisa memberikan kontribusi banyak, lebih baik dibuang dan diganti dengan strategi yang lebih layak.

Demikian pula yang dilakukan dengan perusahaan-perusahaan mobil Jepang. Mobil Jepang yang awalnya dikenal baik, tiba-tiba dikenal sebagai mobil murah yang bermutu rendah di Amerika Serikat. Hal ini karena Jepang memang belum bisa menerapkan pemikiran jangka panjang. Contohnya bisa kita lihat pada Toyota. Untuk menghadapi resistensi pasar AS terhadap mobil-mobil produksi Jepang, Toyota mengeluarkan merek Lexus. Produk ini sengaja dibuat untuk menyasar ceruk pasar high-end yang masih terbuka lebar di AS.

Lexus tak hanya menciptakan mobil mewah, tetapi juga mengubah paradigma tradisional tentang industri otomotif. Dengan menerapkan pemikiran jangka panjang itulah, Lexus mampu membuktikan bahwa dia terdepan dalam desain, kualitas dan nilai. Hasilnya, bisa kita saksikan sendiri. Hanya dalam satu dekade, Lexus mampu menggeser posisi mobil-mobil mewah lainnya seperti Mercedes-Benz, BMW, Cadillac dan Lincoln. Bahkan kini, Lexus dianggap sebagai simbol kesuksesan kaum kaya Amerika Serikat. Tak hanya itu kesuksesan Lexus kini banyak dibuntuti oleh produsen-produsen mobil Jepang yang lain. Di antaranya Honda yang mengeluarkan Acura, dan Nissan yang kemudian melahirkan Infinity.

Dunia yang mudah berubah dan penuh persaingan, mau tidak mau memaksa kita untuk harus menghadapi tuntutan tersebut. Dengan apa lagi jika bukan dengan berpikir panjang? Dengan berpikir panjang, kita mampu berpikir ke depan, serta mulai menginvestasikan usaha dan waktu menuju tujuan yang ingin kita capai.

Memang banyak cara instan yang akan menggiurkan kita untuk tidak berusaha. Tetapi kita perlu mengingat arti hakikat berusaha. Sukses adalah sebuah proses yang tidak dapat secara instan kita gapai. Pikiran jangka pendek hanya akan membuat kita cepat lelah jika mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Lain halnya dengan berbekal kebiasaan berpikir jangka panjang, kita akan mendapatkan hasil yang menakjubkan.

Semangat berpikir panjang, Selamat memeluk masa depan!


Serena Marga
Wiramuda, Relawan JRU
twitter: @saoriserena

Tidak ada komentar:

Silahkan isi komentar ...

Supported by LumbungMedia.com. Diberdayakan oleh Blogger.