Belajar Dari Negeri Bambu

Kehebatan orang Cina atau Tionghoa memang sudah terbukti. Seperti kata seorang penjelah dunia, Ibnu Batutah, di dunia ini tidak ada orang yang lebih kaya daripada orang Tionghoa.

Pada kenyataannya, orang-orang Tiongkok menguasai bisnis di dunia, tak hanya di Asia Tenggara. Lalu, apa rahasia orang Cina sehingga bisa menjadi raja pedagang di dunia ini?

Apakah orang Cina memang sudah mempunyai bakat bisnis warisan atau alamiah? Tidak. Setiap orang mempunyai hak sukses yang sama. Setiap orang tidak ada yang dilahirkan dengan bakat bisnis warisan atau alamiah. Demikian pula dengan orang-orang Tionghoa. Siapapun bisa meniru dan belajar berdagang seperti orang-orang Tionghoa. Perbedaannya yaitu orang-orang etnis Cina lebih menyukai menggeluti dunia perdagangan. Berdagang dipandang sebagai cara yang paling tepat untuk menggapai kesuksesan.

Salah satu faktor keberhasilan etnis china dalam perdagangan adalah ketekunan. Pedagang Tionghoa adalah pedagang sejati. Mereka mau dan mampu menempuh segala tantangan, rintangan, dan kesulitan demi kesuksesan kegiatan perdagangan mereka. Menurut mereka, tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak sukses jika orang tersebut tekun dan rajin. Faktor kesuksesan lain umumnya adalah bagian dari kerja keras, komitmen, dan loyalitasnya pada apa yang dijalankan dan digeluti. Dengan tekad dan spirit yang penuh, sukses akan mudah digenggam.

Selain itu, keunggulan orang-orang Cina adalah mereka termasuk orang-orang yang berani mengambil risiko. Mereka tidak mempunyai rasa takut, seperti takut bersaing atau takut rugi. Berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh dengan resiko. Jika tidak dilakukan dengan keberanian dan sungguh-sungguh, kita tidak akan tahu bagaimana hasil akhirnya. Tidak ada orang sukses yang tidak berani mencoba, mengembangkan, dan memajukan perdagangannya.

Orang-orang Cina juga termasuk orang-orang yang tidak menyerah pada nasib. Mereka percaya bahwa meeka dapat mengubah dan mengatasi kehidupan menjadi lebih baik. Seperti sebuah istilah, “Roda tak selamanya berada di bawah dan berada di atas.” Jatuh bangun, untung rugi adalah hal biasa. Setiap pedagang harus mempunyai siap terbuka dan lapang dada dengan situasi sulit sekalipun.

Dengan demikian, mereka sudah pasti tahan banting. Bagi orang Cina, rasa sakit dan kerja keras sebelum mencapai titik puncak adalah hal yang tidak dapat ditolak. Pengorbanan seperti waktu, tenaga, atau uang adalah paten bagi mereka. Memang ada kalanya pedagang harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Pedagang terpaksa kerja siang malam untuk memantapkan bisnisnya. Namun hal ini hanya terjadi pada awal-awal bisnis. Selanjutnya akan berangsur membaik seiring dengan berkembangnya bisnis yang dikelola.

Sikap lain yang patut dicontoh dari kaum Cina adalah semangatny dalam berjuang. Sesungguhnya, setiap pedagang atau pebisnis adalah fighter. Dan kesuksesan adalah medan perangnya. Seseorang yang tidak bisa bertahan, berarti ia tidak dapat mendapatkan keberhasilan. Oleh karena itu, setiap pedagang harus membekali dirinya dengan semangat yang tidak boleh padam. Jika padam, kita harus segera sadar untuk menghidupkan nyala semangat itu kembali. Karena semangat dan kedayatahan kitalah yang membawa kita menuju puncak kemenangan.


Serena Marga
Wiramuda, Relawan JRU
twitter: @saoriserena

Tidak ada komentar:

Silahkan isi komentar ...

Supported by LumbungMedia.com. Diberdayakan oleh Blogger.