Stop Membandingkan, Mulai Perbaiki Diri


Persaingan di dunia kini menjadi sengit seiring bergeraknya dunia yang menjadi lebih cepat. Dari seringnya persaingan ini adakalanya kita justru sering membandingkan diri dengan orang lain. Hal tersebut seringkali  justru menjadikan diri kita masuk pada kondisi yang kurang baik. Dengan persaingan yang terjadi saat ini sebaiknya kita justru semakin memacu diri untuk berkerja lebih keras untuk memperbaiki diri agar tidak tertinggal.

Ketika diri kita terjebak pada sikap membandingkan dengan orang lain, maka kita sudah menjadikan diri kita dikontrol oleh sisi emosional. Sebenarnya, energi emosional yang dikelola atau dikontrol dengan baik adalah energi yang dahsyat untuk menggerakkan diri kita menuju produktifitas yang lebih tinggi. Namun bila diri kita terus membandingkan diri dengan raihan orang lain dan merasa diri tak mampu mencapai apa yang orang lain dapat capai, maka energi emosional tersebut akan berubah menjadi energi yang membawa diri kita pada keterpurukan.

Kita membutuhkan energi emosional yang bersifat positif sebagai bahan bakar menghadapi berbagai persaingan dan tantangan saat ini. Meluangkan waktu untuk mendengar akan  menjadi penggerak energi emosinal positif bangkit dalam dalam diri kita. Masukan-masukan dari orang lain yang mampu kita cerna dengan baik dapat menghadirkan gagasan-gagasan baru. Dari gagasan baru yang muncul gerak kita mengikuti persaingan yang terjadi akan terasa lebih ringan karena kita seperti punya banyak ide baru guna mempercepat langkah.

Fokus pada apa yang kita lakukan akan sangat membantu kita mencapai apa yang kita tuju. Terlalu sibuk membandingkan akan membuat diri kita terlupa apa tujuan yang ingin kita raih. Ketika kita mampu fokus pada apa yang kita lakukan dan fokus dengan apa tujuan kita, maka yang akan kita lakukan hanyalah terus berupaya menjadi lebih baik dan terus lebih baik setiap harinya.

Yakini bahwa dengan keterbukaan diri untuk mendengar dan fokus pada apa yang kita lakukan akan membuat kita mampu menghadapi berbagai tantangan dalam persaingan saat ini. Dengan kita terus memperbaiki pula, kita akan menjadi pribadi yang semakin baik setiap waktunya.

1 komentar:

  1. He began half in} Zynga Poker, a slot machine game, final yr. But he craved the thrill that came with betting actual money. Before lengthy, he was placing bets in a brick-and-mortar casino, much to his monetary detriment. When he lost more than $5,000 by way of a mixture of card games 카지노사이트 and sports activities betting, he was forced to ask his dad and mom for money to sort out his debt. That's when he, and his dad and mom, determined he needed to get into a restoration program. Since 2017, Pennsylvania slots websites have begun to appear.

    BalasHapus

Silahkan isi komentar ...

Supported by LumbungMedia.com. Diberdayakan oleh Blogger.